Perjalanan 30 Hari Mencari dan Berbagi Ilmu (VCT Batch 4 Sumatera VCI 83.3 Sumatera Barat)

Bissmillahirrohmannirrohiim..


Perjalanan 30 hari mencari dan berbagi ilmu..

Memulai perjalanan mencari ilmu disela waktuku merawat ayahanda yang terbaring sakit. Sakit yang tak pernah terpikirkan akan menimpa ayahanda. Diffuse Large Cell Lymphoma. Aku sendiri tak pernah mengerti, penyakit seperti apa yang menimpa beliau. Karena beliau tak pernah mengeluh dengan sakitnya itu. Di sela waktu luang diantara merawat beliau, beliau selalu bicara tentang apa kegiatanku. Bertanya kemana aku seharian,  pertanyaan yang nanti pasti akan ku rindukan. Hingga suatu waktu aku mendapat info dari grup medsos, bahwa di adakan pelatihan VCT Batch 4. Jujur aku akui, aku tak tau apa itu VCT Atau memahami istilahnya saja aku tak tau. yang aku pahami awalnya ini adalah pelatihan untuk guru. Masih tak aku hiraukan, karena aku berpikir, tidak akan ada waktu ku untuk mengikuti pelatihan ini. Karena yang aku tau pelatihan ini akan membuatku tak bisa lagi merawat ayahanda yang terbaring dirumah sakit. 

Waktu terus berjalan, aku yang selalu bolak balik ke rumah sakit. Masih tak ingin tuk mendaftarkan diri dalam mengikuti pelatihan VCT ini. sampai suatu hari ayahanda berbicara padaku. 

Beliau bertanya, "Apa yang mau kamu lakukan untuk masa depanmu?". 

Aku menjawab, "aku akan bekerja, tapi nanti setelah papa sembuh". 

Beliau tersenyum dan bertanya lagi, "tidakkah ingin kau berbagi sedikit saja ilmu mu untuk anak-anak ataupun siapa yang membutuhkannya?". 

Aku terdiam dan ku jawab, "aku mau berbagi dengan siapa saja, tapi nanti setelah papa sembuh?". 

Beliau tersenyum lagi dan berkata, "papa ingin melihatmu bekerja! paling tidak mendengarkan kamu bekerja!

aku terdiam. lama tercenung mendengar permintaannya. Karena jujur, fokus aku saat ini adalah untuk merawat beliau.

"Ya, nanti aku pikirkan lagi! karena untuk saat ini inginku cuma merawat papa"

Beliau kembali tersenyum dan melamun. Aku sampai berpikir, apakah aku salah menjawab. Mungkin sebaiknya aku bicarakan tentang pelatihan VCT ini, walau aku jujur tidak tau apa yang akan aku lakukan di pelatihan ini nanti.

Aku berkata "Pa, sekarang ada buka pelatihan. cuma aku tidak tau bagaimana prosesnya nanti, yang aku hadapi di pelatihan ini nanti bagaimana, apakah mereka bisa menerima keberadaanku?. Aku tidak Percaya diri menghadapi orang-orang di luar sana.

Beliau menjawab sambil tersenyum. "Taukah kamu nak, kenapa kamu diberi nama Mega Adyna Movitaria. Karena papa ingin suatu saat nanti kamu akan menjadi motivator besar, tidak saja untuk dirimu tapi untuk orang lain. Kamu hanya perlu mengasah keberanianmu. Papa yakin kamu bisa, cobalah! jangan selalu bersembunyi dari ketakutanmu. Jangan kamu jadikan semua bebanmu sendiri, berbagilah dengan semua orang, bukan berbagi masalah, tapi berbagi ilmu bagaimana kamu mengatasi ketakutanmu itu. jika suatu hari nanti kamu tidak ada, maka jasa mu akan diingat oleh orang yang pernah kamu motivasi. Jangan semua kamu ukur dari materi!". Daftarlah pelatihan itu, berbagilah hal yang positif dan baik. Papa akan bahagia melihatmu bisa menolong orang lain!

Lama aku terdiam mendengar papa berbicara. Lalu ku jawab, "Baiklah, Aku coba. Demi Papa"

Beliau tersenyum. Saat itu juga aku mendaftar di web yang disediakan yang kudapat dari yunior ku di Universitas tempat aku kuliah dulu. 
Berjalannya waktu, kesibukanku masih sama yaitu merawat ayahanda sambil mendengarkan ilmu yang dibagi oleh guru-guru hebat di VCT. Oh ya, VCT ini pelatihan yang dilakukan menggunakan jaringan internet.

Tepat 15 Mei 2019, ayahanda menyerah pada penyakitnya. Aku mencoba ikhlas, namun terasa berat. Tak kan ada lagi yang memberiku motivasi, tak kan ada lagi tempatku bercerita. Pemberi motivasiku telah pergi. Aku tak bisa memberikan orang lain motivasi, sementara untuk memotivasi diriku sendiri saja aku tak mampu. Aku ingin mundur dari pelatihan VCT itu. itu bukan tempat ku.

Aku kembali menjalani rutinitasku yaitu menjadi ibu rumah tangga. namun setiap mencoba berusaha untuk ikhlas dengan kepergian ayahanda, semakin terngiang terus kata-kata terakhirnya sewaktu sakit dulu. Beban berat untuk menyandang nama Motivator itu. Aku coba untuk tak terlalu memikirkan pelatihan VCT itu, tetapi semakin terkecamuk dipikiranku kata-kata ayahanda. 

Akhirnya aku mulai coba bangkit dari rasa kehilangan itu dengan hanya mendengarkan saja guru-guru di vicon itu berbicara, berbagi ilmu, share ini share itu. Namun lama kelamaan muncul sedikit keberanian di diriku untuk mencoba yang dilakukan oleh teman-teman seperjuangan di VCT. aku mencoba jadi presenter. Sungguh grogi, karena yang aku hadapi adalah guru-guru se indonesia. namun salah satu teman di vicon itu selalu berbicara, "Bapak ibu disini kita belajar ya. Tidak ada yang lebih pintar, tidak ada yang sempurna. Yang sempurna milik Allah. Ayo bapak ibu kita semangat ya!! (kalau yang di VCT Batch Sumatera VCI 83.3 Sumbar Pasti tau itu motto nya siapa☻☺️☺️☺️ seorang arjuna dan pangeran dari vct batch 4). ditambah oleh prestasi mereka yang luar biasa. Aku merasa ilmuku belum ada apa-apanya. Karena bakat dan prestasi mereka yang luar biasa menurutku. salah satunya yang menjadi panutanku seorang yang selalu merasa haus ilmu. darinya aku belajar dan terus belajar. Darinya aku terus disuguhi ilmu ilmu baru yang sampai membuatku kelabakan dalam mempelajarinya. Beliau selalu bilang, "ibu yakin, kamu bisa jadi sesuai kemauan papa mu. Untuk itu semakin kamu menjadi besar, semakin banyak yang akan menghalangi mu". Kamu harus perlihatkan kalo kamu memiliki ilmu (terimakasih atas wejangannya bu)

Akhirnya timbul rasa ketagihan untuk selalu mengudara di ruang vicon atau di grup Whatsapps. Paling tidak menularkan semangat kepada Bapak ibu Guru di VCT ini. Benar kata ayahanda ku, aku bisa menularkan semangat positif kepada orang lain. Paling tidak aku pun belajar untuk memotivasi diriku sendiri. 

Hingga tanggal 20 Juni 2019 aku dinyatakan lulus oleh Instruktur yang memanduku di VCT. setelah dinyatakan lulus, lantas aku harus lakukan apa lagi. otomatis aku tak punya kesibukan lagi. Namun melihat teman-teman yang masih proses, tergerak dihati untuk mulai memberikan energi positif pada yang lain, agar kami sama-sama dinyatakan lulus dan bersertifikat. 

hari ini 30 Juni 2019, Alhamdulillah kami dinyatakan lulus. VCT Batch 4 Sumatera VCI 83.3 Sumatera Barat 1 telah selesai. Aku bangga pernah berada di VCT ini. Aku bangga pernah belajar bersama dengan guru-guru hebat di seluruh Indonesia.

Teringat akan pesan almarhun ayahanda
Jika kamu memiliki harta, semua akan cepat habis jika digunakan terus. Tapi jika kamu punya ilmu dan kamu bagikan kepada orang lain, maka niscaya kebaikan itu akan kembali padamu. Berikan semangat positif pada orang lain, maka kamu akan mendpatkan semua kebaikan di dunia. 

Berproses untuk melakukan itu. Tidak mudah, tapi HARUS!





Share:
spacer

2 komentar:

  1. semoga cerita ini ,semakin menambah semangat bagi para pembacanya, yg juga mungkin akan mau belajar dan mau berbagi..semangat selalu ya bu egha..semakin banyak ilmu bermanfaat yg dibagi ,semakin menambah tabungan amal, dan insyaallah juga mengalir pahala buat Papa bu egha almarhum..aamiin..

    BalasHapus
  2. MasyaAllah tabarakallah.. Sehat dan sukses selalu tuk egha.
    Semoga Alm.Ayah egha bahagia disisi-Nya, Aamiin
    Semoga cerita ini memberikan motivasi kepada banyak orang.

    BalasHapus